Selasa, 07 Juni 2011

Apa itu Literasi Informasi?


Literasi informasi sering disebut juga dengan keberaksaraan informasi atau kemelekan informasi. Dalam bidang ilmu perpustakaan dan informasi, literasi infromasi sering dikaitkan dengan kemampuan mengakses dan memanfaatkan secara benar informasi yang tersedia.

Pengertian literasi informasi yang sering dikutip adalah pengertian literasi informasi dari American Library Association (ALA) : “information literacy is a set of abilities requiring individuals to “recognize when information is needed and have the ability to locate, evaluate, and use effective needed information”.

Artinya, literasi informasi diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengidentifikasi informasi yang dibutuhkannya, mengakses dan menemukan informasi, mengevaluasi informasi, dan menggunakan informasi seara efektif dan etis. (dalam Naibaho, 2007: 7-8)

Informasi yang menjadi obyek disini dapat bersumber dari mana saja, baik dari media cetak seperti buku, majalah, jurnal, maupun sumber non cetak, seperti file dalam komputer, internet, film, hasil percakapan dan sebagainya. Information literacy berperan sebagai alat untuk memilah informasi-informasi tersebut, agar yang berguna dapat tetap dimanfaatkan secara maksismal dan sebaliknya, informasi ang hanya berpotensi menjadi sampah akan dapat difilter. Capaian yang diharapkan secara langsung adalah efisiensi dalam hal waktu, biaya dan tenaga yang dikeluarkan selama proses pencarian informasi.

Dalam perkembangannya, konsep information literacy diaplikasikan melalui saluran-saluran (channel) berupa kegiatan praktis, misalnya dalam kegiatan pendidikan pemakai perpustakaan, pembekalan bagi siswa maupun mahasiswa baru hingga kepentingan dunia bisnis, Meluasnya area yang membutuhkan kemampuan melek informasi mendorong banyak professional di bidang informasi dan perpustakaan untuk memulai menyusun berbagai formula pendekatan yang dapat mempermudah masyarakat menguasai kemampuan ini.

Kemampuan untuk menemukan informasi, mengolah dan menyajikan informasi sebenarnya kemampuan umum yang dimiliki oleh setiap orang. Tetapi tidak semua orang dapat dikatakan mempunyai kemampuan literasi informasi. Seseorang dikatakan mempunyai keterampilan literasi informasi mampu memahami kebutuhan informasi dan mendapatkan informasi yang tepat dalam berbagai format lalu mampu menggunakan dan menyajikan informasi tersebut dalam bentuk yang tepat dan benar. Dengan kemampuan ini seseorang memiliki kerangka kerja intelektual untuk memahami, mencari dan mengevaluasi dan menggunakan informasi.

Untuk mensikapinya ledekan informasi yang saat ini terus berkembang kita memerlukan sebuah strategi literasi yaitu information literacy skills, yang dimaknai sebagai kemampuan untuk mengenali adanya kebutuhan informasi dan kemampuan untuk menempatkan, mengevaluasi, dan menggunakan informasi dengan efektif. Ada sejumlah elemen pendukung information literacy, yang juga berperan sebagai prasyarat untuk menguasai information literacy skill secara utuh. Elemen-elemen tersebut bersifat saling melengkapi dan tidak terpisahkan. Satu hal yang penting untuk digaris bawahi adalah bahwa upaya implementasi information literacy skill selalu membutuhkan saluran(Channel), yang dapat berupa kegiatan pembelajaran disekolah maupun di perguruan tinggi, kegiatan pendidikan pemakai di perpustakaan dan lain sebagainya. Hasil yang hendak dicapai dari penguasaan dan aplikasi information literacy skill ini adalah efisiensi biaya, waktu, dan tenaga yang dikeluarkan selama proses pencarian informasi.

Elemen-Elemen Information Literacy
Menggunakan informasi dalam berbagai bentuk menuntut sejumlah “kemampuan melek (literacies)”, diluar kemampuan dasar seperti menulis dan membaca. Berikut ini beberapa jenis “melek” yang berperan menjadi elemen dalam information literacy:

Visual Literacy
Visual Liteacy didefenisikan sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan gambar, termasuk pula kemampuan untuk berpikir, belajar, serta mengekspresikan gambar tersebut. Visual literacy terbagi menjadi 3 konstruksi, yaitu :
• Pembelajaran visual (visual learning): kemampuan dalam mengakuisisi dan mengkonstruksi pengetahuan yang merupakan hasil interaksi dengan fenomena visual.
• Pemikiran visual (visual thinking): kemampuan untuk mengoraganisasikan citra mental pada hal-hal diseputar bentuk, garis, warna, teksur, dan komposisi
• Komunikasi visual (visual communication): kemampuan menggunakan symbol visual untuk mengekspresikan gagasan dan menyampaikan makna.

Media Literacy
Menurut National Leardship Conference on Media Literacy, Media Literacy adalah kemampuan warga Negara untuk mengakses, menganalisa, dan memproduksi informasi untuk hasil yang spesifik. Media mampu menyuntikkan nilai-nilai yang mampu mengubah pandangan, dan bahkan sikap hidup secara missal. Untuk itu masyarakat memerlukan keterampilan melek media agar mampu mensikapi keberadaan media dengan lebih kritis dan bijaksana.

Computer Literacy
Komputer merupakan alat yang dapat memfasilitasi dan memperluas kemampuan manusia dalam mempelajari dan memproses informasi. Contoh yang paling nyata adalah penggunaan komputer secara luas dalam dunia pendidikan. Sekarang ini dapat dikatakan bahwa komputer telah menjadi bagian integral dari pendidikan. Computer literacysering diartikan sebagai kemampuan untuk menciptakan dan memanipulasi dokumen dan data menggunakan perangkat lunak pengolah kata, pangkalan data, dan sebagainya. Namun, The Computer Science and Telecommunication Board of the National Research Counsil mendefenisikan kembali computer literacy sebagai kemampuan dalam menguasai teknologi informasi

Digital Literacy
Digital Literacy merupakan keahlian yang berkaitan dengan penguasaan sumber dan perangkat digital. Perkembangan pesat teknologi informasi dewasa ini telah menghasilkan banyak temuan-temuan digital terbaru. Tidak jarang hal ini banyak memicu terjadinya kesenjangan antar masyarakat dan bahkan antar bangsa. Mereka yang mampu mengejar dan menguasai perangkat-perangkat digital muktahir dicitrakan sebagai penggenggam masa depan, dan sebalikna yang tertinggal akan semakin sempit kesempatannya untuk meraih kemajuan.

Network Literacy
Network literacy merupakan satu istilah yang masih terus berkembang (envolving). Untuk dapat menempatkan, mengakses dan menggunakan informasi dalam dunia berjejaring, misalnya internet, pengguna harus menguasai keahlian ini. Menurut Eisenberg (2004) orang yang melek jaringan memiliki sejumlah karakteristik sebagai berikut:
Memiliki kesadaran akan luasnya penggunaan jasa dan sumber informasi berjejaring
• Memiliki pemahaman bagaimana sistem informasi berjejaring diciptakan dan dikelola
• Dapat melakukan temu balik informasi tertentu dari jaringan dengan menggunakan serangkaian alat temu balik informasi
• Dapat memanipulasi informasi berjejaring dengan memadukan dengan sumber lain dan meningkatkan nilai informasinya untuk kepentingan tertentu
• Dapat menggunakan informasi berjejaring unutk menganalisa dan memecahkan masalah yang terkait dengan pengambilan keputusan, baik untuk kepentingan tugas dan maupun pribadi, serta menghasilkan layanan yang mampu meningkatkan kualitas hidup.
• Memiliki pemahaman akan peran dan penggunaan informasi berjejaring untuk memecahkan masalah dan memperingan kegiatan dasar hidup.

Information literacy merupakan satu term yang bersifat inklusif. Dengan menguasainya maka sejumlah keahlian diatas dapat dicapai dengan lebih mudah. Hubungan antarainformation literacy dengan elemen-elemen adalah saling melengkapi dan tidak terpisahkan.

Selain elemen-elemen information Literacy diatas, Ada beberapa teori yang popular dalam perilaku seseorang dalam mencari informasi, Salah satu yang populer adalah Model pencarian yang dirumuskan David Ellis (1987)
Ellis membedakan model pencarian informasi untuk ilmuan bidang ilmu alam dan ilmu sosial. Model pencarian ilmuan bidang sosial ada 6 tahapan, yaitu:
Starting (Mulai)
Pencari informasi mulai melakukan pencarian atau pengenalan awal terhadap rujukan. Seringkali informasi yang ditemukan pada tahap ini merupakan cikal bakal yang akan ditambahkan atau dikembangkan pada tahap selanjutnya

Chaining (Menghubungkan)
Mengikuti mata rantai atau mengkaitkan dengan daftar pustaka yang ada. Mencari rujukan berdasarkan subjek, nama pengarang dan rujukan inti.

Browsing (Menjelajah)
Tahapan yang ditandai dengan kegiatan pencarian informasi dengan cara penelusuran semi langsung atau terstruktur

Differentiating (Pembedaan)
Merupakan kegiatan membedakan sumber informasi untuk menyaring informasi berdasarkan sifat dan kualitas rujukan

Monitoring (Memantau)
Mengembangkan lebih lanjut pencarian informasi yang dibutuhkan dengan cara memberi perhatian yang lebih serius terhadap sumber-sumber tertentu

Extracting (Mengambil Sari)
Pencarian informasi lebih bersifat sistematis, kegiatan ini diperlukan pada saat pencari informasi membuat suatu tinjauan literatur atau laporan

Selain Ellis, ada Perkembangan terkini, yaitu : Model Big6
Information literacy merupakan kunci untuk dapat hidup dan bertahan dalam abad ini. Untuk itu, sejumlah pendekatan telah dirumuskan oleh para pakar informasi, salah satu yang paling popular dan telah dikenal secara luas diselruh dunia adalah pendekatan Big6 yang dikembankan oleh dua pakar pendidikan Amerika, Michael Einsenberg dan Bob Berkowitz. Big6 adalah kurikulum dan model literasi informasi dan teknologi yang dapat digunakan banyak kalangan, terutama pendidikan dan bisnis. Ada beberapa akademis yang menyebut Big6 sebagai solusi pintar untuk pemecahan masalah informasi, karena dengan big6 siswa maupun mahasiswa dapat menyelesaikan semua masalah, tugas, dan membuat keputusan yang terkait dengan studi mereka dengan lebih baik.

Model Big6 mengintegrasikan keterampilan pencarian dan penggunaan informasi dengan penggunaan perangkat teknologi dalam proses menemukan, menggunakan, mengaplikasikan dan mengevaluasi informasi secara sistematis, untuk memenuhi kebutuhan dan tugas tertentu. Studi pada ribuan siswa yang diarahkan untuk menggunakan pendekatan Big6 dengan dikombinasikan dengan kegiatan analitis, kreatif, dan praktis, menunjukkan bahwa meraka mampu menampilkan performa belajar yang lebih baik dari pada mereka yang sama sekali tidak dibekali dengan Big6 (Jarvin dalam Eisenberg, 2006)
Berikut ini tahapan dari Big6:

Defenisi Tugas (Task Defenition)
Tahap pertama dari proses pemecahan masalah Big6 adalah proses untuk mengenali adanya kebutuhan informasi (information need), mendefenisikan masalah, dan mengidentifikasi masalah dan mengidentifikasi tipe dan jumlah informasi yang dibutuhkan

Strategi penemuan informasi (information Seeking Strategis)
Ketika masalah informasi telah diformulasikan, maka pengguna harus mulai mempertimbangkan sumber-sumber informasi yang akan digunakan dan mengembangkan rencana perncarian informasi berikut dengan metode dan saluran (channel) yang digunakan.

Lokasi dan akses (location and access)
Setelah pengguna menentukan prioritas penemuan informasi, mereka mulai memetakan informasi dari beragam sumber dan mengakses informasi tertentu yang ditemukan dalam sumber-sumber yang berdiri sendiri

Pengguna Informasi (use of information)
Dalam taha ini pengguna harus bersentuhan dengan informasi yang telah ditemukan dalam tahapan ketiga, baik melalu aktivitas membaca, melihat maupun mendengar, untuk kemudian dinilai relevansinya dengan tujuan pencarian. Pengguna disini juga harus mengekstrasi informasi yang dianggapnya telah relevan

Sintesis informasi (synthesis)
Dalam tahap sintesis informasi, pengguna mulai mengorganisasikan dan mengkomunikasikan hasil yang telah diperolehnya dengan orang lain disekitarnya. Rekan diskusi dapat saja teman sejawat, pustakawan, dosen maupun siapa saja yang dipandang menguasai subyek informasi yang dicari (knowledge person)

Evaluasi (Evaluation)
Proses evaluasi berfokus pada bagaimana produk final dapat menjawab kebutuhan tugas pengguna (efektif) dan bagaimana pengguna tersebut dapat mengimplementasikan upaya pemecahan masalah (efisien)

Terciptanya sebuah model pencarian informasi biasanya dipengaruhi oleh faktor kognitif dan fisik seseorang ketika seseorang menelusur informasi. Penerapan sebuah model dalam pencarian informasi tidak menjamin seseorang untuk dapat menemukan informasi yang sesuai dengan tepat. Keberhasilan seseorang dalam menemukan informasi yang sesuai dengan kebutuhan akan berbeda untuk masing-masing individu.

Oleh karena itu information literacy skill adalah suatu hal yang sangat diperlu dimiliki oleh seseorang dalam menelusur informasi. Keberhasilan dalam pencapaian information literacy pada kalangan professional informasi dan masyarakat pengguna membutuhkan usaha yang keras dengan konsistensi yang terus menerus, serta dukungan dari pihak-pihak yang berkepentingan.

TELKOM mengadakan kejuaraan catur terbesar setiap tahun

PT. TELKOM Indonesia bersama PB. PERCASI menghadirkan satu event turnamen catur berkategori Internasional di tahun 2011 ini: TELIN CHESS INTERNATIONAL TOURNAMENT, pada tanggal 1-7 April 2011 di Gedung TELKOM Graha Citra Caraka, Aula Pangeran Kuningan, Jalan Jendral Gatot Subroto Jakarta, Indonesia.

Panitia pelaksana yang merupakan gabungan dari PT. TELKOM Indonesia dan PB. PERCASI, pertama-tama memohon maaf kepada para pecatur Indonesia dimana pun berada, karena tidak semua pecatur Indonesia bisa mengikuti turnamen ini. Turnamen Catur Internasional ini rencananya akan diajukan ke Federasi Catur Internasional (FIDE) melalui Asian Chess Federation agar dapat menghasilkan norma gelar Catur Internasional bagi para pecatur Indonesia yang sudah memiliki ELO Rating (Rating FIDE - bukan Rating Nasional) namun belum memiliki gelar catur Internasional. Biaya pendaftaran adalah Rp 500.000 bagi peserta yang termasuk klasifikasi ini.

Undangan untuk Pecatur Indonesia yang boleh mengikuti turnamen ini akan dikirimkan oleh PB. PERCASI ke Pengprov PERCASI se Indonesia yang pecaturnya memenuhi kriteria sebagai peserta (dengan ELO Rating minimal 2200). Untuk 12 pecatur putra dan 12 pecatur putri yang masuk dalam program PELATNAS Catur menghadapi SEA Games XXVI/2011 secara otomatis boleh & berhak mengikuti turnamen ini.

Berikut ini adalah tabel daftar 100 Pecatur Indonesia (Putra/Putri) dengan ELO Rating tertinggi:
1 Adianto, Utut GM 2548 1965
2 Megaranto, Susanto GM 2533 1987
3 Juswanto, Denny IM 2451 1959
4 Barus, Cerdas GM 2443 1962
5 Gunawan, Ronny IM 2420 1960
6 Lioe, Dede IM 2418 1970
7 Irwanto, Sadikin IM 2417 1970
8 Purnama, Tirta Chandra IM 2404 1986
9 Tunasly, Kifly FM 2400 -
10 Kosasih, Cecep FM 2393 -
11 Ginting, Nasib IM 2385 1959
12 Sitanggang, Salor IM 2383 1953
13 Ardiansyah, H GM 2373 1951
14 Wahono, Awam FM 2372 1964
15 Hamdani, Rudin FM 2368 1959
(16 Yohannes, Simbolon CM 2368 1967 +)
17 Kurniawan, Bobby IM 2363 1975
18 Ginting, Sarwan FM 2355 1951
19 Sukandar, Irine Kharisma WGM 2354 1992
20 Laksana, Agusta - 2353 -
21 Prayitno, Sugeng - 2348 -
22 Kasmiran FM 2346 1961
22 Halay, Taufik IM 2346 1987
24 Tjhin, Irawan FM 2345 1975
25 Novita, Anjas FM 2344 1979
26 Tirto IM 2337 1965
27 Khairul, Anam FM 2319 -
28 Mahmud, Syarif FM 2315 1960
29 Situru, Muhammad Ivan IM 2314 1963
30 Sonjaya, Deni - 2313 -
31 Zuherman, Eddy - 2313 -
32 Askali, Nurdin FM 2312 1962
33 Selomo, Subur - 2310 -
34 Iskandar, Arif - 2305 -
35 Pitra, Andika - 2303 -
36 Susilodinata, Andrean FM 2303 1990
37 Yunibar - 2300 -
38 Suprianto, Adik - 2297 -
39 Miolo, Ediwan E - 2295 1959
39 Sinulingga, Monang - 2295 1947
41 Majella, Yoseph R. - 2288 -
42 Iman S., Oscar - 2285 1966
43 Zulkhairi - 2281 -
44 Kusnadi, Herman - 2280 -
45 Prihastomo, Iwan - 2278 -
46 Firdaus, Maksum FM 2269 1967
47 Gunawan, Johan - 2269 -
48 Siregar, Novian - 2269 -
49 Sitepu, Masa - 2267 -
50 Aray, Asrul - 2266 1966
51 Simanjuntak, Hisar - 2264 -
52 Sampouw, Jacobus S - 2260 -
53 Jurmansah, Joni - 2259 -
54 Tedy, Sukirman FM 2257 1951
55 Lubis, Endar Sakti - 2255 -
56 Sutarno - 2255 -
(57 Hutagaol, Panathan - 2253 - +)
58 Supriyono, Eko - 2253 -
59 Syaiful, Hidayat - 2252 -
60 Kaisar, Jenius Hakiki - 2251 1990
61 Damogalad, Iohdar - 2250 -
(62 Marbun, Binsar - 2250 - +)
63 Simanjuntak, Sebastian FM 2248 1963
64 Suradiradja, Herman GM 2247 1947
65 Farid, Firman Syah CM 2241 1993
66 Lukman, Ronny - 2241 1964
67 Irnandi, Irwin FM 2240 -
68 Suroso, Joko - 2240 -
69 Mandraguna, Ade - 2236 -
70 Surya, Wahyudi - 2234 -
71 Aris, T.L.S. - 2232 -
72 Marentek, Hanny FM 2232 -
73 Hartono - 2230 -
74 Sen, Kiu - 2230 -
75 Suhendra, Andi Supardi IM 2230 1972
76 Fauzi, Achmad - 2225 1962
77 Sulistya, Maria Lucia Ratna WIM 2225 1975
78 Bambang, Kayadi - 2220 -
79 Bongga, Ignasius - 2220 -
80 Untoro, Toha - 2220 -
81 Bachtiar, Ahmad Ina - 2219 -
82 Lokanata, Yansen - 2219 -
83 Sucipto, Haryadi - 2219 -
84 Hendra, Johan - 2216 1972
85 Hardami, Wibi - 2215 -
86 Supriyanto, Tommy - 2215 -
87 Ubayana, Harry - 2215 -
88 Lauw, Seng Hong - 2214 -
89 Wahyuwidayat, Erwanto - 2210 -
90 Iriaji, Bambang - 2207 1958
91 Hutagalung, T - 2205 -
92 Marsudi, Diding - 2205 -
93 Purba, David - 2205 -
94 Tobing, Edward L - 2205 1952
95 Aris, Hariyanto - 2203 -
96 Purba, Cornelis - 2203 1970
97 Nardi, Chairil - 2202 -
98 Irvan, V.B. - 2195 -
99 Jafar, Sofyan - 2195 -
100 Jamaludin - 2192 1966
-------------------------------------
sukses deh buat percaturan kita^^

2AM Akan Meramaikan Jakarta FantastiKPop Festival 2011

Awal Mei 2011 lalu, 2AM sempat datang ke Indonesia untuk menghadiri acara Miss Teen Indonesia. Setelah kedatangannya tersebut, 2AM akan datang lagi ke Indonesia. Di kedatangannya yang kedua di Indonesia nanti, boyband asal Korea Selatan ini akan menggelar konser bertajuk Jakarta FantastiKPop Festival yang akan diselenggerakan pada 18 Juni 2011 di Istora Senayan, Jakarta.

2AM tidak akan menggelar konser sendiri, melainkan bersama Miss A, Lee Hyun, Joo dan San E. “Acara ini bukan sekedar konser musik, karena Jakarta FantastiKPop Festival sekaligus merupakan festival seni budaya Korea. Kami berharap pengunjung tidak hanya bisa menikmati musik dan melihat penampilan artis idola secara langsung, tapi juga bisa melihat budaya Korea,” ungkap Taye dari promotor Blackrock Entertainment.

Selama konser berlangsung, di luar panggung memang akan disediakan berbagai booth yang menyediakan aneka budaya Korea seperti makanan, minuman, fashion dan sebagainya lagi.

Untuk masalah keamanan para artis, pihak Blackrock Entertainment menyatakan kalau mereka akan menjaga para artis asal Korea itu dengan keamanan yang setara dengan keamanan presiden. “Selain itu kami juga akan bekerja sama dengan fan base para artis itu. Mudah-mudahan keamanan mereka terjamin selama ada di Indonesia,” tutur Krishna dari Blackrock Entertainment

kota-kota terpencil di dunia

Karena transportasi sekarang sudah sangat maju, kita bisa pergi ke tempat mana pun dengan mudah. Naik mobil, kereta, kapal atau bahkan naik pesawat terbang. Tapi, ternyata masih ada lho tempat-tempat di dunia ini yang susah banget dijangkau. Saking susahnya, kelima tempat ini sampai disebut tempat paling terpencil di dunia.

Ittoqqortoormiit, Greenland
Terletak di Greenland, kota Ittoqqortoormiit hanya dihuni kurang lebih 500 orang. Padahal luas wilayahnya hampir sama dengan Inggris. Sayangnya, kota ini terletak di pesisir pantai yang dikelilingi oleh laut-laut yang hampir selalu beku. Hanya 3 bulan dalam setiap tahun, laut-laut sekitarnya dapat dilalui perahu. Walaupun ada bandara 40 km dari wilayah ini, penerbangan ke sini pun sangat jarang. Alhasil, sangat susah buat pergi ke tempat ini!

Pitcairn Island, Samudera Pasifik
Pulau yang berada di Samudera Pasifik dan berlokasi cukup dekat dari Tahiti ini milik kerajaan Inggris. Pulau ini hanya dihuni oleh kurang lebih 50 orang, yang merupakan keturunan dari kru kapal HMS Bounty, yang singgah di pulau ini pada tahun 1789 dan memutuskan untuk tinggal di sana. Satu-satunya cara untuk sampai ke pulau ini adalah dengan naik perahu selama 10 hari dari New Zealand.

Alert, Nevada
Berada 805 km di bawah kutub Utara, Alert bukanlah tempat yang nyaman buat ditinggali. Soalnya suhu tertingginya bisa mencapai -40 derajat Celcius, sih! Kota besar terdekat dari desa ini adalah kota Quebec yang berada 4.185 km jauhnya. Walaupun punya bandara, kota ini jarang sekali menggunakan bandaranya karena cuaca yang nggak mendukung.

Motuo County, Cina
Motuo County adalah wilayah kecil di daerah Tibet yang kaya dengan aneka flora dan fauna dan belum terjamah kehidupan modern. Gimana nggak? Untuk mencapai tempat ini, kita harus berusaha keras melewati dinginnya beberapa daerah di Himalaya dan menyeberangi sebuah jembatan sepanjang 200 meter. Beberapa kali jalan dan akses yang lebih baik sudah coba dibangun untuk memudahkan mencapai daerah ini tapi selalu saja dihancurkan lagi oleh tanah longsor, lumpur atau pergeseran bumi.

Tristan da Cunha, Samudera Atlantik
Kepulauan kecil yang terletak di Samudera Atlantik ini memang benar-benar terpencil. Daratan paling dekat dari pulau ini adalah Afrika Selatan yang berada kurang lebih 2.735 km dari pulau ini. Hanya ada kurang lebih 270 orang yang menghuni pulau ini. Kondisi geografis tempat ini yang berbatu-batu nggak memungkinkan untuk membangun bandara di sini. Alhasil, pulau ini hanya bisa dijangkau dengan perahu.

9 Kesalahan dalam Peraatan Kecantikan!

Semua udah kita lakuin buat ngejaga kecantikan kulit dan tubuh. Bahkan kita ngerasa semua udah kita patuhi buat ngerawat kecantikan. Tapi sering kali ada beberapa hal kecil yang terlupa dan bisa berakibat fatal. Apa aja sih yang masih salah dalam perawatan kulit dan kecantikan?? Nah, coba kita koreksi lagi apa aja yang bisa fatal buat kecantikan,

1. Model potongan rambut yang monoton

Sayang motong rambut itu hal wajar lagi buat cewek. Tapi jangan terlalu sayang motong rammbutmu. Toh, terkadang kalo kamu pake gaya rambut terbaru juga membantu wajah kamu jadi terlihat lebih FRESH. Tapi sesuaikan sama bentuk wajahmu juga, kalo ga bisa terlalu pendek kamu bisa hanya dengan sedikit memotong rambutmu.

2. Kurang tidur

Nah yang satu ini efeknya besar karena bisa membuat mata kamu terlihat seperti panda (oops sereeem). Selain itu FYI, selama tidur, enzim-enzim perbaikan bekerja memperbaiki kerusakan , mengurangi toksin dan menudistribusikan nutrisi untuk sel-sel tubuh. So, jangan begadang lagi yaaa.

3. Terlalu menghindari lemak

Kekurangan asupan lemak itu bisa bikin kulit kering, bersisik dan rambut bercabang. So jangan ragu buat konsumsi lemak dengan catatan harus sesuai porsi dan perhatikan kandungannya.

4. Lupa berolahraga

Olahraga itu ga hanya baik bagi tubuh tapi juga membuat kulit berseri karena meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk kulit. Jadi bisa sehat luar dalam dong.

5. Mengabaikan kebersihan alat kecantikan

Nah yang satu ini emang sering kita lupain. Baiknya kita bersihin 2minggu sekali dengan air susm suam kuku. karena kuas atau spons bedak yang kotor menumpukan kuman pada wajah dan kulit dan bisa menimbulkan jerawat.

6. Salah menggunakan kosmetik

Kalian jangan asal dalam menggunakan kosmetik. Kebiasaan memakai kosmetik kadaluarsa, mengambil kosmetik dengan jari, atau memasukkan kembali sisa kosmetik yang berlebihan itu bahaya. Bisa jerawatan dan kena iritasi kulit. Jadi pastikan kosmetik yang kita gunakan ga kadaluarsa dan juga jangan lupa gunakan kapas atau cotton buds buat ngambil kosmetik.

7. Tidur tanpa membersihkan make up

Kamu harus bisa pahami kulit dong. kulit wajah juga butuh waktu untuk memperbaharui sel-selnya. Tapi kalo gitu pori-pori jadi tersumbat dan proses regenerasi kulit jadi terhambat, sehingga kulit menjadi kusam. Makanya bersihkan sisa make up mu sebelum tidur!

8. Mandi lama dengan air panas

Siapa yang ngga betah berlama-lama merendam diri dalam bak air panas? Bikin relax kan, tapi kamu juga harus tau kalo kelamaan berendam dengan air panas bisa bikin kulit jadi kering. Baikanya jangan lebih dari 3menit untuk berendam dan jangan lupa pake pelembab setelahnya biar kulit ngga kering.

9. Menyemprotkan Parfum di pergelangan

Apa yang salah? kalo kamu suka pak pake gelang dan jam tangan maka wangi parfum akan berbaur dengan accesories mu. Jadi lebih baik kamu semprotkan parfum di titik denyut nadi di leher supaya wanginya menyabar.

Nah udah tau kan apa aja 9kesalahan yang sering kali kita lakukan. Sekarang kita harus mulai merubah kebiasaan-kebiasaan kita supaya kulit jadi terawat, sehat dan berseri.

Selasa, 26 Oktober 2010

Pengalaman Berorganisasi

Saya pernah mengikuti Ekskul pada saat SMP. Diantaranya OSIS dan PASKIBRA.
Saat mengikuti OSIS kebetulan saya menjabat sebagai ketua. Maka dari itu saya mendapatkan banyak pengalaman. tetapi karena saat ini saya menjadi atlet catur maka saya sudah tidak mengikuti kegiatan berorganisasi lagi.
Pengertian Teori organisasi

Sederhana nya Organisasi adalah organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan akhir bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada, atas kesepakatan bersama.[1]. Organisasi dapat diartikan dalam dua macam, baik Organisasi Statis maupun Organisasi Dinamis. Dalam arti statis, Organisasi adalah sebagai suatu wadah tempat dimana kegiatan kerjasama dijalankan, dan dalam arti dinamis suatu Organisasi adalah sebagai sistem proses interaksi antara orang-orang yang bekerjasama, baik formal maupun informal.



1. Pengertian Teori organisasi statis

Secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok p) Organisasi dapat diartikan dalam dua macam, yaitu: 1. Dalam arti statis, yaitu .Email Perusahaan Instansi Institusi Organisasi Pribadi, Djamboe WebDesign, Djamboe WebDesign, IT Consultant dan Web Development, Perusahaan Pembuatan Aplikasi .Struktur organisasi adalah bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan Beberapa organisasi menghadapi lingkungan yang relatif statis -tak .Hubungan Vertikal & Horizontal Dalam Struktur Organisasi. Struktur Organisasi statis, tampak pada struktur organisasi. Komponen 4: dinamis, tidak tampak.


2. Pengertian Teori organisasi dinamis

Organisasi dinamis adalah setiap kegiatan yang berhubungan dengan usaha merencanakan skema organis, mengadakan departemenisasi, menetapkan wewenang, tugas, dan tanggung jawab dari orang-orang di dalam suatu badan/organisasi. Atau di singkat sebagai kegiatan-kegiatan mengorganisir yaitu kegiatan menetapkan susunan organisasi suatu usaha.

Ciri-ciri Organisasi adalah:
a.Adanya komponen (atasan dan bawahan)
b.Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
c.Adanya tujuan
d.Adanya sasaran
e.Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
f.Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas
g.Organisasi bertambah besar
h.Pengolahan data semakin cepat
i.Penggunaan staf lebih intensif
j.Kecendrungan spesialisasi
k.Adanya prinsip-prinsip atau azas-azas organisasi
l.Unsur-unsur organisasi lebih lengkap